Mar 19, 2012

Entrepreuner, pilihan cerdas alumni Kimia UIN!!

Jumlah pencari kerja dan lapangan kerja yg tidak seimbang menjadi sebab utama membengkaknya pengangguran di negeri ini. Parahnya, sebagian besar pengangguran tersebut adalah sarjana terdidik yang telah menyelesaikan pendidikany di perguruan tinggi. Dan tak tanggung-tanggung, mereka berasal dari kampus-kampus elit termasuk ITB, UGM,  UI, dan yg lainnya...

Kondisi ini memaksa, sarjana-sarjana termasuk lulusan kimia UIN SUKA harus memikirkan cara lain agar dapat mengaplikasikan ilmu mereka (baca: punya pekerjaan!!!). Krn tak ada lagi lapangan kerja, maka hal yang paling mungkin dilakukan adalah menciptakan lapangan kerja, yakni menjadi seorang entrepreuner!!! Ini satu-satunya solusi yg bisa dilakukan!!, tp mungkinkah lulusan kimia UIN menjadi seorang entrepreuner??? Untuk menjawabny, kita baca kisah beberapa alumni berikut...
1. Royadi (Kimia 2004)... sempat menjadi mahasiswa fakultas ekonomi UAD memberi bekal yg cukup bagi beliau untuk memulai bisnis rental komputernya di daerah Umbulharjo sejak tahun pertamnya sebagai mahasiswa. Tidak puas dengan bisnis tersebut, beliau mengembangkanny dengan bisnis makanan, yakni bubur kacang ijo, kemudian bisnis roti dan donat hingga bisnis bimbingan belajar... Alhamdulillah, semua itu cukup untuk membiayai kuliah beliau hingga lulus KURANG dari 4 TAHUN dan menjadi LULUSAN PERTAMA KIMIA UIN SUKA. Skrg beliau memiliki 2 toko di kampung halamanny, Bogor, dan 1 tambak ikan yg dikelola bersama istri ditemani putrinya....

2. Ana Andari (Kimia 2005)... lulus tahun 2010, beliau menikah dengan pujaan hatinya. Sangat berbahagia, karena pasangan ini bisa memulai bisnisnya hinggah eksis sebagai pengusaha tahu dan nata di daerah Purworejo, Jawa Tengah. Setahun bisnis mereka berjalan, kini akan dikembangkan dengan bekal ilmu kimia yang pernah diperolehnya saat masih kuliah di Kimia UIN SUKA. Kita doakan, bisnis beliau segera berkembang pesat dan bisa membuka lapangan kerja buat kita, he...

3. Hadhana Fadhlinda (Kimia 2004)... tidak terduga beliau akan mengeluti bidang ini. Mengawaliny dgn jualan pulsa di lingkungan kampus, beliau mengembangkanny hingga jualan assesoris dan yg lainnya. Bisnisny terus berkembang hingga menjadi distributor buku berbahasa asing dan telah mengikuti berbagai pameran buku, baik di Jogja maupun kota lainny...Satu hal yg menarik, jika mengikuti pameran, beliau selalu melibatkan teman-teman kampus untuk membantuny.. tentu dgn uang saku yg lumayan bwt mereka..., jiwa sosial teman kita ini sangat menonjol. Kini bisnisny telah dikembangkan bersama keluarga...

4. Nuryanto (Kimia 2004)... tahun pertama sbg mahasiswa di Jogja, beliau menjadi karyawan salah satu warung makan Padang di daerah Jl. Timoho. Ilmu dan keterampilan yg beliau peroleh di tempat itu mnjadi bekal bagi beliau dan rekan-rekanny untuk memulai sendiri bisnis warung makan dan cafe di daerah Sapen (belakang Saphir)..., bisnis tsb beliau tekuni berbarengan dgn kesibukannya mengajar di beberapa tempat dan menyelesaikan pendidikannny di Kimia UIN SUKA. Lepas wisuda, beliau dihadapkan pada dua pilihan, tetap berbisnis atw mengajar.. dan ternyata beliau memilih mengajar. Kini beliau menjadi dosen di STAI LA TANZA Tangerang, dan sedang menempuh pendidikan magister KImia di UGM dg dana beasiswa.

5. Nur Isdi Nugroho (Kimia 2004).. kesulitan ekonomi yg menghimpit keluargany saat masih semster tiga, memaksa beliau meninggalkan bangku kuliah. Tak ada pilihan lain.., beliau memulai berbagai jenis bisnis hingga berhasil menjadi distributor buah di Jogja dan kota-kota lainnya..., hampir tiap minggu beliau keluar kota dan sulit ditemui di rumahnya Gamping, Sleman... mungkin setelah menikah beliau baru sering di rumah, hehe.... Jika beliau yg tidak bergelar sarjana bisa meraih sukses, maka seharusny kita yang telah atw akan bergelar sarjana lebih mungkin lagi meraihny...

6. Sri Edi Purnomo (Kimia 2004).. kecelakaan yg mematahkan kakiny pada akhir tahun 2006, memaksany mengambil cuti kuliah selama satu tahun... Namun, musibah ini justru menjadi berkah baginy, karena beliau bisa memulai bisnis kedai pulsany di kampung halamanny, PagarAlam, Sum-Sel... hanya setahun, beliau  telah membuka cabang dan mempekerjakan karyawan. Penghasilan yg lumayan, lebih dari cukup bagi beliau untuk kembali ke Jogja dan menyelesaikan kuliahny awal 2010. Kecintaanny pd keluarga dan orang tua yg ingin beliau rawat memaksany kembali ke kampung halaman. Kini bisnis beliau telah berkembang menjadi perusahaan keluarga dgn label Trikarya Syajar Pagaralam

7. Koko Astowo Putra (Kimia 2004).. disela kuliah dan aktivitas organisasi yg padat, beliau gunakan untuk mencari tambahan uang saku, berbagai cara dan usaha beliau lakukan bahkan pernah turun di jalan sebagai pengamen....., maklum selain memiliki tanggungjawab yg besar untuk adikny yg masih sekolah beliau jg tidak ingin memberatkan orang tuany. Dan alhamdulillah, awal tahun 2009 beliau dan rekan-rekanny memulai bisnis kedai dan cafe kopi di daerah utara Nologaten..., penghasilany yg cukup untuk mengantarkan beliau meraih gelar sarjananya..

8. Arin (Kimia 2005).. karena paling ngerti tentang dunia mode, maka wajar beliau eksis sebagai pengusaha dan perancang pakaian muslimah. Kini usahanya telah mempekerjakan beberapa karyawan dan meng'eksport' produknya keluar P.Jawa. Denger-denger keuntunganya bisa mencapai 50-70%, wow...., mau lihat contoh produkny, kunjungi online shopnya disini WeLove ShooP


Sebenarny masih ada beberapa, khususny teman-teman 2005 dan 2006.. tp udah jarang ketemu, jd gak tw kisah lengkap mereka..., kapan-kapan insyaAllah kita tambahkan lagi...

Catatan Penting:
1. Memang benar, belum satupun diantara mereka yg memulai bisnisnya di bidang kimia. Dapat dimaklumi krn bisnis di bidang ini butuh modal besar..., tp setidakny kisah mrk menjadi bukti bhw bakat sbg entrepreuner ada di sebagian kita..., karenanya kita berharap suatu saat akan byk entrupreuner kimia dari UIN, aamiin...
2. Saat kuliah, mereka tidak mendapatkan kuliah kewirausahaan, seperti teman-teman skrg. Bukan maksud saya mengecilkan kuliah ini, tp pointnya adalah: jika mereka tanpa kuliah kewirausahaan bisa eksis sebagai entrepreuner, maka seharusnya teman-teman skrg yang telah mendapatkan kuliah tsb, lebih bisa lagi...!!
3. Mohon maaf yg sebesar-besarny kpd teman-teman yg kisahny sy ceritakan di atas krn, sy belum ijin, mohon tdk dipermasalahkan... sy hny berharap kisah teman-teman bisa menjadi inspirasi bg kami...^^
0

0 komentar:

Post a Comment