Kimia UIN berkarir, mungkinkah?

Posted By Darlin on Mar 19, 2012 | 3:20 AM

Beberapa diantara kita atw mungkin sebagian besar diantara kita memilih Kimia UIN SUKA tdk sebagai pilihan pertama... tp sebagai pilihan terakhir setelah gagal diterima di kampus tetangga. Diakui atau tidak..., keterpaksaan ini menjadikan kita hilang semangat bahkan takut bermimpi... Hal ini karena kampus tetangga yang lebih elit dgn nama besarnya dianggap menjanjikan masa depan yg lebih cemerlang....

Tapi benarkah.., masa depan cemerlang itu hanya milik mereka... dan tidak tersisa lagi untuk kita?!! Benarkah, lulusan Kimia UIN SUKA tidak berhak berkarier dgn ilmu kimianya? Benarkah, kita smw akan tersungkur jatuh ke dalam jurang pengagguran??

Sy tidak akan berteori untuk menjawabny, krn jawabanny sedikit demi sedikit telah terukap...,  oleh mereka....

  1. Prasetya, lulus tahun 2008 beliau memulai karierny sebagai peneliti bersama dosen pembimbingny di UII, berbagai seminar dan presentasi ilmiah beliau ikuti. Tahun 2009, beliau kembali ke tanah kelahiranny, Pekanbaru dan memulai pendidikan magisternya di Pascasarjana Kimia UNRI bidang material anorganik. Meski dgn ilmu sarjana yg terbatas, beliau tetap gigih berusaha, hingga selesai tepat waktu tahun 2011. Tahun yg sama, beliau diangkat sebagai dosen kimia di Universitas Muhammadiyah Riau...
  2. Nuryanto, lulus awal tahun 2010 beliau memulai karierny sebagai guru di MAN La Tanza Tangeran. Bakat mengajar yg beliau latih sejak masih kuliah menjadikan beliau diangkat sbg dosen di STAI lembaga tersebut, STAI LA TANSA MASHIRO Banten. Saat ini beliau melanjutkan pendidikan magisterny di Kimia UGM dgn dana beasiswa...
  3. Hani Amaria, lulus tahun 2008 beliau mengikuti pendidikan guru di UII.., lulus tahun 2009, beliau diterima sebagai guru kimia di SMA Budi Mulia Yogyakarta. Merasa tidak cocok, beliau mencoba peruntungan lain.. hingga akhirny berhasil diterima sebagai staff di Labaoratory of Agricultural and Microbiology Fakultas Pertanian UGM.
  4. Ani Lestari, lulus tahun 2008 beliau mengukuti pendidika guru di UII.., lulus tahun 2009 beliau merantau ke Jakarta dan berhasil diterima sbg staff Laboratorium di PT Citra Gemilang bagian analisis limbah.
  5. Sudarlin, lulus tahun 2008 beliau bekerja sbg operator GSA di laboratorium instrumen kimia UIN SUKA. Tahun 2010, beliau memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan magisterny bidang kimia komputasi di ITB...
  6. Ni'matun Najah, lulus tahun 2009 beliau memulai karirny sebagai guru kimia di SMP ISLAM Caruy, Cilacap. Bekal keterampilan Lab yg beliau peroleh dari Pak Wijayanto (Laboran Lab Kimia UIN SUKA) menjadikan beliau dipercaya mengolah lab mipa sekolah tersebut. Kesibukan beliau semakin bertambah, karena saat ini dipercaya sebagai guru kimia di boarding school Madrasa Aliyah Pesantren Pembangunan Cigaru Majenang.
  7. Aziz Subechi.., lulus tahun 2011, hanya butuh waktu 2 bulan beliau diterima sebagai staff di Perusahaan Sinarmas Pulp and Paper Mills bagian Environmental Systems
  8. dan beberapa yang lain...

Karier sebagian alumni ini memang belum terlalu wah!!, tp setidaknya menjadi bukti bahwa ilmu kimia yang mereka dapatkan di UIN ditambah dengan rasa percaya diri serta keinginan yang kuat untuk maju ternyata bisa memberi peluang bagi mereka untuk berkarir sebagai seorang kimiawan.. Dan kita doakan, mereka bisa lebih sukses dan kita yang lain mendapatkannya pula.., aamiin...

Akhirny, kututup dgn renungan sederhana ini..., memang benar lulusan kampus tetangga bisa sukses berkarier dgn ilmu kimianya, tp cukup membanggakankah jika sukses itu melibatkan nama besar kampusnya?? Jawabnya.., kurang atw mungkin tidak, maka inilah point penting bagi kita..., krn nilai sukses yg kita raih kelak jauh lebih membanggakan dibandingkan dgn nilai sukses mereka...!!! Percaya atw tdk, berusahalah untuk merasakanny terlebih dahulu...^^
Blog, Updated at: 3:20 AM

0 komentar:

Post a Comment

close