Feb 1, 2018

Parodi Publikasi Ilmiah

(sumber: fb.com/ahmadridwan.nugraha/posts/10213522930980321)

Perlukah kita dengan jurnal-jurnal ilmiah berbahasa Indonesia? Perlu, tetapi tidak perlu banyak-banyak, apalagi jika nantinya malah TIDAK TERURUS. Jurnal yang dimaksud di sini adalah tempat penerbitan ataupun media publikasi makalah ("paper") berbahasa Indonesia bagi para peneliti Indonesia, baik yang berkiprah di dalam maupun di luar negeri. DARIPADA BERLOMBA MEMBUAT JURNAL BARU, akan lebih baik bagi kita untuk mempertahankan kesinambungan jurnal-jurnal berbahasa Indonesia yang sudah ada untuk setiap bidang keahlian masing-masing sambil meningkatkan kualitasnya.

DI SAAT BERSAMAAN, kita seharusnya mengusahakan lebih keras lagi mendorong diri sendiri, rekan sejawat, maupun adik-adik mahasiswa untuk berani memublikasikan makalah ("paper") di jurnal-jurnal internasional, bersaing dengan para dosen dan peneliti dari luar negeri. Intinya, jangan jadikan jurnal-jurnal berbahasa Indonesia sebagai "pelarian" hanya gara-gara tidak mampu (atau sebenarnya lebih dulu bersikap TIDAK MAU) berusaha MENEMBUS JURNAL INTERNASIONAL, apalagi disertai alasan-alasan jurnal internasional bayarnya mahal, tidak ada dana publikasi, atau malah konspirasi global.

+++

Not so FAQ:

Q = "question" = pertanyaan
A = "answer" = jawaban
.
.
Q1: "Sebentar, tadi Anda bilang bisa gratis publikasi ilmiah di jurnal internasional. Jangan ngibul, deh. Memangnya ada jurnal yang publikasinya gratis tidak perlu dibayar oleh penulis?"

A1: "BANYAK, kakak! Pada dasarnya sebagian besar jurnal yang dikelola komunitas profesi tidak membebankan biaya apapun kepada para penulis yang ingin memublikasikan makalahnya di sana (GRATIS, TIS, TIS!). Setelah terbit, mereka memang bisa saja membuat makalah kita bersifat tertutup dengan biaya yang dibebankan pada target pembaca (bukan penulis) sebagai salah satu sumber pemasukan untuk kebutuhan operasional jurnal tersebut. Ini konsep yang wajar dalam pengelolaan jurnal ilmiah oleh komunitas profesi.

Kalaupun kita sebagai penulis ingin membuka akses makalah kita kepada publik, pengelola jurnal biasanya tetap mempersilakan kita untuk membagikan makalah kita secara cuma-cuma melalui e-mail, situs web pribadi, ataupun repositori. Oleh karena itu, kita harus paham jurnal-jurnal yang bagus dan bereputasi dari komunitas profesi kita masing-masing. Caranya dengan belajar dari rekan-rekan kita atau guru-guru kita yang sudah lebih dulu pengalaman memublikasikan makalahnya di jurnal internasional."
.
.
Q2: "Oh, kalau begitu, kita unggah makalah di repositori atau situs web pribadi saja, ya! Untuk apa kita publikasi makalah di jurnal jika nantinya dibuat tertutup oleh pengelola jurnal?"

A2: "Penelaahan makalah secara independen oleh rekan sejawat melalui jurnal internasional di komunitas profesi hingga saat ini secara umum masih dianggap sebagai salah satu cara yang terbaik untuk meningkatkan kualitas makalah kita, terlepas nantinya bisa diterima oleh jurnal atau ditolak untuk terbit. Apakah kita bisa menjamin dengan hanya mengunggah makalah di repositori atau situs web pribadi itu akan membuat makalah kita dievaluasi secara kritis oleh rekan sejawat? Kalau bisa, ya silakan saja kakak hanya mengunggah makalah di repositori maupun situs web pribadi.

Lebih ideal tentunya jika kita mendapatkan penelaahan terhadap makalah kita melalui berbagai media (kontak dari pembaca draf di repositori maupun penelaah di jurnal) sampai akhirnya makalah kita BENAR-BENAR TERBIT di jurnal yang kita targetkan, tidak menjadi 'sampah ilmiah' di repositori."
.
.
Q3: "Bagaimana nanti nasib jurnal-jurnal berbahasa Indonesia tidak akan ada lagi peminatnya jika para dosen dan peneliti Indonesia memublikasikan makalahnya di jurnal-jurnal internasional?"

A3: "Ya OPTIMIS, dong, kakak! Publikasi makalah di jurnal internasional bisa lolos, demikian pula di jurnal berbahasa Indonesia tetap kita berikan kontribusi tulisan. Malah kalau bisa diupayakan, mengapa tidak kita jadikan sekalian jurnal-jurnal berbahasa Indonesia yang sudah ada saat ini menjadi jurnal internasional? Caranya dengan membuat makalah-makalah yang ada di jurnal berbahasa Indonesia tersedia terjemahannya dalam bahasa Inggris. Ingat, yang dimaksud di sini adalah jurnal berbahasa Indonesia yang sudah ada yang perlu kita berdayakan, atau jurnal keprofesian yang lama mati suri coba kita bangkitkan. Bukan dengan membuat jurnal-jurnal baru untuk keren-kerenan sendiri!"
.
.
Q4: "Ini orang yang nulis kok 'sengak' amat, sih?"

A4: "Iya! Jadi, daripada baca tulisan ini, lebih baik kita fokus lagi pada pekerjaan di tempat kita masing-masing!"

+++

Catatan tambahan:

1. Beberapa teman baik dari penulis sudah pernah membuktikan, "tempat berkarya" sejatinya bukan halangan untuk memublikasikan makalah ilmiah di jurnal internasional kelas kakap, pun dengan menyendiri. Salah satu contohnya pernah dibahas di sini: fb.com/ahmadridwan.nugraha/posts/10212833520025478

2. Kolaborasi adalah salah satu cara paling efektif yang perlu kita manfaatkan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional. Dengan diversifikasi keahlian peneliti Indonesia saat ini, baik yang di dalam maupun di luar negeri, sudah waktunya bagi kita untuk lebih sering membangun kolaborasi riset dengan sesama peneliti Indonesia jika ingin melakukan akselerasi (minimalnya) kuantitas publikasi ilmiah peneliti Indonesia di jurnal internasional. Syukur-syukur kualitasnya pun terus meningkat.
0

Apr 11, 2017

Download Kamus Besar Bahasa Indoensia (KBBI) versi PDF

Kamus Besar Bahasa Indonesia - KBBI ini hadir sebagai cara termudah untuk mencari terjemahan kata dalam bahasa Indonesia. Anda dapat menggunakannya secara gratis untuk memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia Anda. Anda juga dapat menggunakannya untuk memverifikasi kata yang mungkin belum Anda pahami maknanya. 

0

Apr 7, 2017

14 Slide Presentasi PowerPoint 3 Dimensi Terbaik Gratis

Melakukan presentasi yang sukses dan terlihat mengesankan dimata orang lain tentu menjadi dambaan setiap orang.

Biasanya orang yang akan melakukan presentasi sibuk dengan data dan gambar saja, namun mereka lupa akan template yang akan digunakan, padahal template memerankan peranan yang cukup penting di dalam presentasi Anda.

Template bisa membuat orang terkesan, membuat Anda terlihat serius, dan memberikan nuansa dan suasana tertentu kepada yang melihatnya.

Tertarik mencari template powerpoint untuk presentasi Anda? Anda bisa download langsung dari sini. Atau coba lihat dulu videonya, boleh lihat aja di sini kerennya kayak gmn..
 Ok, sudah, sekarang kamu bisa download 14 slide gratis 3 dimensi

Apr 5, 2017

Density Functional Theory (DFT)

Density Functional Theory (DFT) atau teori fungsi kerapatan merupakan salah pendekatan dalam kimia komputasi yang menyederhanakan variabel x, y, dan z elektron menjadi fungsi gelombang sebagai fungsi kerapatan atau Ψ(ρ (x,y,z)). Fungsi gelombang Ψ(ρ) adalah fungsi yang bergantung pada fungsi kerapatan ρ(r) dimana ρ(r) bergantung pada variabel x, y, dan z sesuai persamaan II-13 [33].
                       (II-13)
dimana N adalah jumlah elektron.

Jika sistem bergantung waktu (t), maka fungsi kerapatannya bergantung pada x, y, z, dan t sesuai persamaan II-14. Pendekatan DFT sesuai persamaan II-14 tersebut disebut Time  Dipendent – DFT (TD-DFT).
                   (II-14)

Fungsi ρ(r) atau ρ(r,t) merupakan solusi untuk persamaan Schrodinger sistem berelektron banyak yang interaksi antar elektronnya tidak dapat diabaikan. Berdasarkan persamaan II-13, Kohn dan Sham memberikan persamaan untuk menentukan energi sistem sesuai persamaan II-15.
       (II-15)
dimana Tni menyatakan energi kinetik elektron tanpa interaksi yakni jumlah semua energi kinetik elektron, Vne menyatakan potensial tarik menarik inti-elektron sesuai persamaan II-16, Vee menyatakan potensial tolak melolak elektron-elektron sesuai persamaan II-17, ∆T menyatakan koreksi energi kinetik karena interaksi dengan elektron, dan ∆Vee menyatakan koreksi potensial tolak melolak elektron-elektron [33].
                                (II-16)
                             (II-17)
Jika ρ(r) pada persamaan II.14 dinyatakan sebagai orbital, maka diperoleh persamaan II.18 sebagai persamaan yang baru.
    (II-18)
dimana N adalah jumlah elektron, χ adalah orbital elektron sesuai persamaan      II-19, dan EXC adalah energi pertukaran yang menyatakan korelasi elektron sesuai persamaan II-20.
                                                                                  (II-19)
                                                (II-20)
Parameter εXC menyatakan kerapatan energi sebagai jumlah energi elektron baik yang berkorelasi atau tidak [33].

Beberapa cara telah dilakukan untuk menetukan nilai EXC. Cara yang paling umum adalah pendekatan kerapatan lokal atau Local Density Approximation (LDA) sebagaimana dirumuskan pada persamaan II-21 dan pendekatan kerapatan spin lokal atau Local Spin Density Approximation (LSDA) sebagaimana dirumuskan pada persamaan II-22. Namun, khusus untuk senyawa organik pendekatan yang paling banyak dipakai adalah pendekatan Becke Three term Lee-Yang-Parr (B3LYP) yakni sebuah fungsi hibrid sesuai persamaan II-23 [33].
                                                                                       (II-21)
                                               (II-22)
                                 (II-23)
dimana nilai teroptimasi a = 0.20, b = 0.72, dan  c = 0.81.
0

Apr 3, 2017

EDG dan EWG sebagai substituen ligan heterosiklik

Substituen EDG (Electron Donating Group) dan EWG (Electron Withdrawing Group) adalah atom atau molekul yang dapat menambah dan mengurangi kerapatan elektron suatu sistem. Atom atau molekul yang berperan sebagai EWG meningkatkan kestabilan anion atau sistem yang kaya elektron dengan cara menyebarkan muatan negatif sistem tersebut atau mengurangi kerapatan elektron pusat sistem. Sebaliknya, atom dan molekul yang berperan sebagai EDG mengurangi kestabilan anion atau sistem yang kaya elektron dengan cara menambah muatan negatif sistem tersebut atau meningkatkan kerapatan elektron pusat sistem.
Mekanisme distribusi kerapatan elektron tersebut terjadi dengan 2 cara, yaitu melalui ikatan σ yang disebut efek induksi atau melalui ikatan π yang disebut efek resonansi. Kemampuan suatu atom atau molekul mengalami induksi dan atau resonansi ditentukan oleh keelektronegatifan atom-atomnya, pasangan elektron yang dimiliki, dan keadaan ikatan rangkapnya. Contoh susbtituen atom atau molekul EDG/EWG yang mengalami  proses induksi dan resonansi atau kedua-duanya disajikan pada  tabel I.
Tabel I    Contoh susbtituen EDG/EWG berdasarkan mekanisme distribusi muatan
Sifat EDG/EWG
Contoh

EDG induksi

Umumnya gugus alkil, terutama alkil bercabang, contoh -CH3, -CH2CH3, -CH(CH3)CH2, dan lain-lain
EWG induksi
Gugus tanpa pasangan elektron bebas tapi memiliki muatan parsial/formal positif, contoh -CF3, NH4+, dan lain-lain
EDG resonansi/EWG induksi
Gugus dengan atom yang bersifat elektonegatif dan memiliki pasangan elektron bebas, contoh  -X, -OH, -NH2, dan lain-lain
EWG resonansi
Gugus dengan atom yang terikat dengan ikatan rangkat, contoh –CHO, -COR, -CN, -COOR, dan lain-lain
EDG/EWG resonansi
Contoh -CH=CH2, -C6H5, dan lain-lain
EWG resonansi/induksi
Contoh -NO2, dan lain-lain

Jika suatu kompleks menggunakan ligan tersubstitusi EDG/EWG, maka efek induksi dan resonansinya dapat mempengaruhi sifat kompleks tersebut. Salah satu diantaranya adalah kompleks Ru(II) dengan ligan 2,9-dimetil-1,10-fenantrolin. Gugus metil (CH3) sebagai EDG meningkatkan kerapatan elektron pada ligan sehingga transisi elektronik lebih mudah terjadi yang ditandai dengan bertambahnya absorsivitas molar kompleks. Akan tetapi, gugus metil tersebut menjadikan bentuk ligan fenantrolin tidak planar sehingga mempersulit terjadinya transisi MLCT (Metal to Ligan Charge Transfer). Hal yang sama terjadi pada kompleks Mn(II) dengan ligan 4,7-dimetil-1,10 fenantrolin, tapi berbeda pada kompleks Co(II) dengan ligan yang sama, yakni gugus metil justru membantu transisi MLCT kompleks Co(II)-4,7-dimetil-1,10-fenantrolin .

Penelitian yang lain menunjukkan perbedaan pengaruh substituen rantai alkil yang mengandung gugus hidroksi (OH), karboksil (CH3COO), dan fenil pada kompleks Cu(I)-fenantrolin. Gugus fenil pada substituen rantai alkil memperlemah intensitas luminesensi kompleks dan cenderung mengemisi radiasi inframerah. Selain itu, adsorpsi radiasi UV pada kompleks tersebut dominan disebabkan oleh transisi π-π* molekul ligan. Gugus fenil juga mempengaruhi sifat optik kompleks Fe(II)-1,10-fenantrolin dan Ni(II)-1,10-fenantrolin yakni meningkatkan hipokromisitas pita MLCT-nya
0