Testimoni seorang mantan Praktikan

Posted By Darlin on Mar 19, 2012 | 12:20 AM

Praktikum adalah ciri khas mahasiswa sains dan teknologi, termasuk mahasiswa kimia dan pendidikan kimia. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menyenanginya, karena kegiatan ini seharusnya menjadi kebanggaan kita sebagai mahasiswa sains.

Kami akui, kegiatan ini menyita banyak waktu, menguras banyak energi, menuntut konsentrasi penuh, pikiran yang ekstra, serta ketelitian dan manajemen waktu yang akurat. Bahkan kami memahami dan juga pernah merasakan, waktu tidur kami kadang tersita demi mengejar deadline laporan resmi. Terkadang pula, kami sibuk kesana-kemari mencari referensi, ke perpustakaan kampus sendiri atau perpustakaan kampus tetangga. Tak peduli hari masih gelap; jalanan masih basah oleh embun pagi; udara masih terasa dingin, pintu kosan kami tutup, berharap pintu laboratorium masih terbuka untuk kami.

Lelahkah??.., Iya.., jujur kami akui, bahkan pernah (untuk tidak dikatakan sering) kami mengeluh, merasa bosan dengan semua rutinitas ini. Ingin rasanya praktikum tidak menjadi bagian kuliah. Ia hanya satu sks yang sangat menyiksa, tidak strategis untuk menambah nilai, jika dapat nilai A, IPK hanya sedikti bertambah. Pikiran yang sangat naif dan pragmatis. Tapi untunglah, keluh kesah ini berakhir saat kami memahami dan mulai merasakan manfaat praktikum yang sesungguhnya.

Jika praktikum menjadikan kita terampil menggunakan alat-alat laboratorium atau menjadikan kita semakin paham dengan materi kuliah, itu sudah pasti dan memang itulah tujuan utama praktikum. Akan tetapi, ada beberapa hal yang menjadikan praktikum menjadi sangat berkesan dengan manfaatnya yang luar biasa. Praktikum melatih kita agar bisa mengatur waktu dengan baik, bertanggungjawab, jujur apa adanya, bekerjasama dalam tim, berpikir logis dan ilmiah, serta melatih mental dan menghargai “kakak” asisten yang mendampingi, hingga keterampilan menulis yang baik dan benar.

suatu saat, ketika kalian melakukan penelitian laboratorium, praktek kerja lapangan, atau bahkan ketika sudah bekerja, kenangan praktikum yang sempat “menyiksa”, akan dikenang sebagai guru yang sangat berharga. Semua ini bisa dirasakan, jika kita mau bersungguh-sungguh serta konsisten mengikuti praktikum ^_^
Blog, Updated at: 12:20 AM

0 komentar:

Post a Comment

close